Cara mengolahnya yang mudah menjadikan ayam lebih dipilih sebagai menu masakan favorit di setiap keluarga jika dibanding dengan bahan makanan sumber protein yang lain. Menu olahan ayam digemari oleh semua golongan usia, mulai anak-anak hingga orang tua. Tahukah Ibu bahwa untuk mengolah ayam butuh cara-cara khusus? Daging ayam mengandung bakteri pathogen, cara yang salah dalam mengolahnya akan membahayakan orang yang mengkonsumsinya.

Ibu-ibu yang gemar berbelanja ke pasar harus tahu memilih ayam yang masih segar dan layak untuk dikonsumsi, berikut hal yang harus diperhatikan :

  1. Pilih yang masih segar tidak ada tanda memar.
  2. Pilih daging ayam yang baunya normal dan tidak menyengat alias tidak berbau busuk.
  3. Pilih daging ayam yang warnanya putih pink.

Berbeda dengan daging sapi, kandungan bakteri pathogen dalam daging ayam membuat ibu harus cermat pula dalam mengolahnya. Yuk intip tips berikut ini :

  1. Jangan mencuci daging ayam secara sembarangan, gunakan wadah khusus, agar air cucian daging ayam tidak menyebarkan bakteri  ke bahan makanan lain / peralatan makan.
  2. Daging ayam harus disimpan di freezer dalam wadah tertutup.

Supaya tidak tercampur dengan bahan makanan lain.

  1. Gunakan alat potong yang berbeda untuk daging, sayur dan buah

Hal ini untuk menghindari sayur dan buah terkena bakteri yang ada pada daging.

  1. Daging ayam yang baru dibeli bisa langsung masuk freezer setelah dibersihkan atau langsung diolah.
  2. Sesering mungkin mencuci tangan.

Mencuci tangan sebelum maupun sesudah mengolah daging ayam mentah.

Bagaimana cara memasak ayam yang tepat? Tanda jika ayam tersebut sudah matang adalah sudah tidak ada lagi daging yang berwarna kemerahan, jika masih ada bagian yang berwarna kemerahan artinya ayam tersebut belum matang. Daging ayam harus benar-benar dimasak pada suhu panas dan pastikan air rebusannya menghasilkan uap yang menandakan bahwa daging ayam dimasak pada suhu yang dianjurkan.

  • Jika Ibu merebus atau memasak daging ayam utuh, maka untuk memeriksa kematangannya, sebaiknya dilakukan dengan cara mengecek temperatur pada bagian daging yang paling tebal di daerah paha, karena bagian ini membutuhkan waktu yang paling lama untuk benar-benar matang.
  • Jika Ibu memasak ayam dan tidak habis, maka waktu yang masih dapat dibilang aman untuk mengonsumsinya lagi adalah setelah masakan ayam berumur 2 hingga 3 hari. Lebih dari itu, sebaiknya jangan dikonsumsi lagi. Oleh karena itu, perhitungkanlah dengan cermat jumlah daging yang akan dimasak, agar tidak mubazir terbuang.
  • Untuk menghangatkan kembali masakan ayamyang tidak habis, maka harus dilakukan dengan benar, yaitu dengan cara memanaskannya secara merata di setiap bagian daging ayam.

 

Ibu saat ini tidak usah khawatir lagi jika harus membeli ayam, karena ada So Good ayam potong yang terjamin kualitas kesegaran, gizi, cita rasa, dan yang pasti bersih serta higienis. Potongan ayamnya tidak lengket satu sama lain, sehingga Ibu bisa  gunakan sesuai dengan porsi yang tepat tanpa harus berulang kali mengeluarkan ayam dari freezer.

 


Komentar